Monthly Archives: May 2019

Pembagian Sembako IDI-PDGI di Asem Gede Ngusikan Jombang

Category : Uncategorized

Pembagian Sembako IDI, PDGI di Asem Gede Ngusikan Jombang

Baksos pembagian Paket Sembako IDI, PDGI di desa Asem Gede Ngusikan Jombang
 

IDI Jombang.26/05/2019. Bakti sosial IDI dan PDGI Cabang Jombang di laksanakan di balai desa Asem Gede Ngusikan Jombang  pada hari minggu 26 Mei  2019. Agenda kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan yang di lakukan olehIDI Cabang Jombang. Pada tahun ini baksos IDI bersamaan dengan Baksos PDGI karena mempunyai kesamaan dalam pelaksanaan kegiatan baksos yaitu pembagian sembako pada Dhuafa di wilayah desa Asem Gede Ngusikan.

Kegiatan baksos ini dilaksanakan dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ( HBDI ) ke-111 yang jatuh pada tanggal 20 Mei ( 1908 – 2019 ). Tema HBDI ke-111 adalah bersama doker menyehatkan dan membangun bangsa sebagai upaya pencapaian tingkat kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.

Sambutan masyarakat desa Asem Gede  sangat senang dengan adanya kegiatan baksos dengan pemberian paket sembako.  Ibu Kepala Desa Asem Gede Ngusikan sangat senang dengan kegiatan ini dan beliau mengharapkan kegiatan ini dapat di laksanakan lagi pada tahun berikutnya.

Ketua IDI Jombang dr. Iskandar Dzulqornain,M.KP
 

Ketua IDI Jombang dr. Iskandar Dzulqornain,M.KP  dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin IDI cabang Jombang tiap tahun. Paketan sembako ini dapat meringankan beban masyarakat desa Asem Gede dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1440H dan Hari Raya Idul Fitri untuk berbagi kesenangan bersama.

Turut hadir dalam kegiatan ini sekcam Ngusikan bpk. Parno beserta muspika Kapolsek, Danramil Ngusikan. Sekcam Ngusikan sangat senang dengan kegiatan baksos IDI dan PDGI ini semoga dokter dan dokter gigi di wilayah Jombang diberikan keselamatan dan umur yang barokah. Dan beliau juga mengharapkan pada Dewan terpilih tahun ini  dari PKB ibu dr Luluk Cyntia yang turut hadir,  agar   pembangunan kususnya jalan menuju Asem Gede dilakukan perbaikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Asem Gede.

Koordinator Lapangan baksos dr. Puguh Hari Subagia,M.Si manyampaikan  bahwa jumlah paket sembako ada 490 paket,  yang dibagikan ke desa Asem Gede ada 300 paket sembako, sedangkan sisanya 190 paket sembako  dibagikan ke yatim piatu dan kaum dhuafa lainnya di wilayah Jombang. phs.


Monkeypox

Category : Uncategorized

Monkeypox

Puskesmas Tembelang/17/05/2019.Masyarakat tidak perlu panik dengan pemberitaan mengenai adanya penyakit Monkeypox yang kemungkinan dapat masuk ke Indonesia. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada dan menjaga kebersihan.
”Sampai saat ini belum ditemukan kasus Monkeypox di Indonesia,” jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, MKes. Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus.
Penularan pada manusia, menurut Anung, terjadi karena kontak dengan monyet, tikus gambia dan tupai, atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang.
Wilayah terjangkit Monkeypox secara global yaitu Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon and Sudan Selatan), tambahnya.
 
Dirjen Anung menyatakan, Monkeypox dapat dicegah. Untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan sabun; Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik; Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi; Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yang diburu dari hewan liar (bush meat).
 
Gejala dan Tanda
 
Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) Monkeypox biasanya 6 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 21 hari. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.
 
Ruam pada kulit muncul pada wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam tersebut menghilang.
 
Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 21 hari. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.
 
Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10% kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit Monkeypox.
 
Dirjen Anung menegaskan Monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.
 
Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul, tambahnya.
 
kejadian Luar Biasa
 
Monkeypox pernah menjadi KLB di beberapa wilayah. Tahun 1970 terjadi kejadian luar biasa (KLB) pada manusia pertama kali di Republik Demokratik Kongo. Tahun 2003 dilaporkan kasus di Amerika Serikat, akibat riwayat kontak manusia dengan binatang peliharaan prairie dog yang terinfeksi oleh tikus Afrika yang masuk ke Amerika. Tahun 2017 terjadi kejadian luar biasa di Nigeria.
 
”Bulan Mei 2019 dilaporkan seorang warga negara Nigeria menderita Monkeypox, saat mengikuti lokakarya di Singapura. Saat ini pasien dan 23 orang yang kontak dekat dengannya diisolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut,” jelas Anung.
 
 
 

Ruang Pelayanan Gizi

Category : Uncategorized

Ruang Pelayanan Gizi

Petugas : Nuning

 

ruang ASI


Dengue haemorrhagic fever

Category : Uncategorized

Dengue haemorrhagic fever
( Demam Berdarah Dengue )

CEGAH DBD DENGAN 3 M PLUS TIAP JUM’AT

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingkat insiden penyakit DBD Indonesia merupakan yang tertinggi diantara negara-negara Asia Tenggara. Sepanjang tahun 2013, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 103.649 penderita dengan angka kematian mencapai 754 orang. Keterlibatan dokter di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama sangat dibutuhkan untuk menekan tingkat kejadian maupun mortalitas DBD.

Keluhan
1. Demam tinggi, mendadak, terus menerus selama 2 – 7 hari.
2. Manifestasi perdarahan, seperti: bintik-bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah berdarah, atau buang air besar berdarah.
3. Gejala nyeri kepala, mialgia, artralgia, nyeri retroorbital.
4. Gejala gastrointestinal, seperti: mual, muntah, nyeri perut (biasanya di ulu hati atau di bawah tulang iga)
5. Kadang disertai juga dengan gejala lokal, seperti: nyeri menelan, batuk, pilek.
6. Pada kondisi syok, anak merasa lemah, gelisah, atau mengalami penurunan kesadaran.
7. Pada bayi, demam yang tinggi dapat menimbulkan kejang.

Faktor Risiko
1. Sanitasi lingkungan yang kurang baik, misalnya: timbunan sampah, timbunan barang bekas, genangan air yang seringkali disertai di tempat tinggal pasien sehari-hari.
2. Adanya jentik nyamuk Aedes aegypti pada genangan air di tempat tinggal pasien sehari-hari.
3. Adanya penderita demam berdarah dengue (DBD) di sekitar pasien.

Pemeriksaan Fisik
Tanda patognomonik untuk demam dengue
1. Suhu > 37,5 derajat celcius
2. Ptekie, ekimosis, purpura
3. Perdarahan mukosa
4. Rumple Leed (+)
Tanda Patognomonis untuk demam berdarah dengue
1. Suhu > 37,5 derajat celcius
2. Ptekie, ekimosis, purpura
3. Perdarahan mukosa
4. Rumple Leed (+)
5. Hepatomegali
6. Splenomegali
7. Untuk mengetahui terjadi kebocoran plasma, diperiksa tandatanda efusi pleura dan asites.
8. Hematemesis atau melena
Pemeriksaan Penunjang :
1. Darah perifer lengkap, yang menunjukkan:
a. Trombositopenia (≤ 100.000/μL).
b. Kebocoran plasma yang ditandai dengan:
• peningkatan hematokrit (Ht) ≥ 20% dari nilai standar data populasi menurut umur
• Ditemukan adanya efusi pleura, asites
• Hipoalbuminemia, hipoproteinemia
c. Leukopenia < 4000/μL.
2. Serologi Dengue, yaitu IgM dan IgG anti-Dengue, yang titernya dapat terdeteksi setelah hari ke-5 demam.
 
Diagnosis Klinis
Diagnosis Klinis Demam Dengue
1. Demam 2–7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus-menerus, bifasik.
2. Adanya manifestasi perdarahan baik yang spontan seperti petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena; maupun berupa uji tourniquet positif.
3. Nyeri kepala, mialgia, artralgia, nyeri retroorbital.
4. Adanya kasus DBD baik di lingkungan sekolah, rumah atau di sekitar rumah.
5. Leukopenia < 4.000/mm3
6. Trombositopenia < 100.000/mm3
Apabila ditemukan gejala demam ditambah dengan adanya dua atau lebih tanda dan gejala lain, diagnosis klinis demam dengue dapat ditegakkan.
 

Diagnosis Klinis Demam Berdarah Dengue
1. Demam 2–7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus-menerus (kontinua)
2. Adanya manifestasi perdarahan baik yang spontan seperti petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena; maupun berupa uji Tourniquette yang positif
3. Sakit kepala, mialgia, artralgia, nyeri retroorbital
4. Adanya kasus demam berdarah dengue baik di lingkungan sekolah, rumah atau di sekitar rumah
a. Hepatomegali
b. Adanya kebocoran plasma yang ditandai dengan salah satu:
• Peningkatan nilai hematokrit, >20% dari pemeriksaan awal atau dari data populasi menurut umur
• Ditemukan adanya efusi pleura, asites
• Hipoalbuminemia, hipoproteinemia
c. Trombositopenia <100.000/mm3
Adanya demam seperti di atas disertai dengan 2 atau lebih manifestasi klinis, ditambah bukti perembesan plasma dan trombositopenia cukup untuk menegakkan diagnosis Demam Berdarah Dengue.

warning sign
Klinis :
  1. Demam turun tetapi keadaan anak  memburuk
  2. Nyeri perut dan nyeri tekan abdomen
  3. Muntah persisten
  4. Letargi, gelisah
  5. Perdarahaan mukosa
  6. Pembesaran hati
  7. Akumulasi cairan
  8. Oliguria

Laboratorium

  1. Peningkatan kadar hematokrit bersamaan dengan penurunan cepat jumlah trombosit
  2. Hematokrit awal tinggi

Kriteria Diagnosis Laboratoris diperlukan untuk survailans epidemiologi, terdiri atas:
Probable Dengue, apabila diagnosis klinis diperkuat oleh hasil pemeriksaan serologi antidengue.
Confirmed Dengue, apabila diagnosis klinis diperkuat dengan deteksi genome virus Dengue dengan pemeriksaan RT-PCR, antigen dengue pada pemeriksaan NS1, atau apabila didapatkan serokonversi pemeriksaan IgG dan IgM (dari negatif menjadi positif) pada pemeriksaan serologi berpasangan. Isolasi virus Dengue memberi nilai yang sangat kuat dalam konfirmasi diagnosis klinis, namun karena memerlukan teknologi yang canggih dan prosedur yang rumit pemeriksaan ini bukan merupakan
pemeriksaan yang rutin dilakukan.

Diagnosis Banding
1. Demam karena infeksi virus (influenza , chikungunya, dan lainlain)
2. Idiopathic thrombocytopenic purpura
3. Demam tifoid




Seminar Scabies di RS NU Jombang.

Category : Uncategorized

Seminar Scabies di RS NU Jombang

Puskesmas Tembelang. 03/05/2019.– Rumah Sakit NU bekerjasama dengan IDI Jombang  menggelar seminar bertema scabies dan steven johnson syndrome. Seminar itu diikuti para dokter di wilayah Jombang dan beberapa dokter sekitar wilayah Jombang. Dalam seminar ini tidak ada biaya sepeserpun alias gratis serta mendapatkan 3 SKP. 

Direktur RS NU Dr. dr. Bambang Dwi Hayunanto, Sp.KK menyampaikan sambutan bahwa perencanaan  acara ini di gelar cukup singkat dan cepat namun dapat berjalan dengan baik. Beliau juga memberikan apreasiasi kepada IDI Jombang yang merespon dengan cepat acara seminar ini meskipun waktunya sangat terbatas.

Sementara itu ketua penyelenggara Seminar dr. Fatin Hamamah, Sp.M menyampaikan bahwa acara seminar di RS NU ini akan dijadwalkan setahun dua kali di RS NU Jombang.

Ketua IDI Jombang dr. Iskandar Dzulqornain, M.KP  mengharapakan IDI Jombang harus kompak agar kedepannya IDI bisa berperan dalam bidang kesehatan. Setelah pilihan presiden dan wakil presiden yang mana setiap anggota IDI mempunyai pilihan yang berbeda-beda dan pendapat yang berbeda-beda namun IDI Jombang harus tetap bersatu lagi. 

Materi seminar tentang Steven Johnson sindrome atau SJS di sampaikan oleh dr. Andri Catur Jatmiko, SpKK dari RSUD Jombang. Penyakit SJS ini dapat di derita pada semua  penderita dan wanita mempunyai kecenderungan lebih banyak 0,6%  dari pria. Mortalitas penyakit ini sekitar 10%.  Beberapa Obat-obatan yang dapat menyebabkab SJS adalah Allopurinol, Cotrimoxazole, phenylbutazon, phenobarbital dan masih ada yang lainnya.

Materi Scabies disampaikan oleh dr. Nur Khamidah,SpKK. Prevalensi  scabies  di Indonesia sangat tinggi di bandingkan negara lainnya. Penyakit ini juga sering diderita di pondok pesantern dengan istilah penyakit gudik. penyakit ini dapat diobati dengan permethrin 5% dioleskan pagi dan sore selama dua 2 hari apabila masih belum sembuh dapat di ulangi lagi.

 


Perokok Pasif Lebih Berbahaya

Category : Uncategorized

Perokok Pasif Lebih Berbahaya

Puskesmas Tembelang.03/05/2019. Ike terpapar asap rokok di tempat kerja,sebuah restoran yang dipenuhi asap rokok terus menerus selama 10 tahun. Suaminya bukan perokok. Ike kini berkomunikasi lewat kertas dan pena, karena pita suaranya hilang lantaran harus dibuang akibat kanker. Ini adalah salah satu  fenomena yang terjadi di negara Indonesia yang masih banyak lagi kasus yang tidak di sadari oleh masyarakat pada umumnya.

Karena itu Kemenkes  peluncuran iklan layanan masyarakat bertajuk “Berhentilah Merokok, Asapmu Membunuh Orang-Orang di Sekitarmu”. Kampanye itu dilakukan untuk membangkitkan lagi kesadaran masyarakat akan bahaya menjadi perokok pasif. Mengingat, jumlah perokok di Indonesia sudah mencapai 53,7 juta orang. Masyarakat tidak saja  diingatkan, tapi masyarakat harus berani menegur orang yang merokok di tempat-tempat yang ada larangannya.

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan

bahwa banyak sekali zat kimia yang sifatnya racun terdapat dalam sebatang rokok. Apabila dalam sehari kita menghabiskan 6 batang atau setengah bungkus sudah berapa racun yang dihisap? Kemudian racun itu terakumulasi dari bertahun-tahun menjadi perokok, tentu hal ini hampir sama akibatnya dengan bahaya narkoba. Untuk itulah, sebaiknya Anda ketahui sekarang juga beberapa penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh rokok, seperti pada uraian bahaya merokok bagi kesehatan tubuh di bawah ini :

  • Penyakit paru-paru

    Efek dari perokok yang paling pertama merusak organ tubuh akibat asap rokok adalah paru-paru. Asap rokok tersebut terhirup dan masuk ke dalam paru-paru sehingga menyebabkan paru-paru mengalami radang, bronchitis, pneumonia. Belum lagi bahaya dari zat nikotin yang menyebabkan kerusakan sel-sel dalam organ paru-paru yang bisa berakibat fatal yaitu kanker paru-paru. Bahaya merokok bagi kesehatan ini tentu sangat beresiko dan bisa menyebabkan kematian. Maka sebaiknya sebelum hal itu terjadi lebih baik berhenti merokok dari sekarang juga. Bukankan lebih baik mencegah daripada mengobati? Dengan demikian sebelum terjadi penyakit bahaya tersebut sebaiknya cegah dengan berhenti merokok.

  • Penyakit impotensi dan organ reproduksi

    Efek bahaya merokok bagi kesehatan lainnya adalah bisa mengakibatkan impotensi, kasus seperti ini sudah banyak dialami oleh para perokok. Sebab kandungan bahan kimia yang sifatnya beracun tersebut bisa mengurangi produksi sperma pada pria. Bukan hanya itu saja, pada pria juga bisa terjadi kanker di bagian testis. Oleh sebab itu, sebelum hal itu terjadi maka kurangi secara perlahan konsumsi rokok Anda. Terutama untuk usia remaja karena efek bahaya merokok bagi kesehatan remaja yang bisa menyebabkan resiko tidak memiliki keturunan. Sedangkan pada wanita yang merokok, efek dari rokok juga bisa mengurangi tingkat kesuburan wanita.

  • Penyakit lambung

    Hal yang terlihat sepele ketika menghisap rokok adalah aktifitas otot di bawah kerongkongan semakin meningkat. Otot sekitar saluran pernafasan bagian bawah akan lemah secara perlahan sehingga proses pencernaan menjadi terhambat. Bahaya merokok bagi kesehatan juga bisa dirasakan sampai ke lambung, karena asap rokok yang masuk ke sistem pencernaan akan menyebabkan meningkatnya asam lambung. Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka bukan tidak mungkin akan menjadi penyakit yang lebih kronis seperti tukak lambung yang lebih sulit diobati. Tentu jika Anda sudah mengetahui resiko ini kesadaran untuk berhenti merokok bisa semakin tinggi.

  • Resiko stroke

    Pada perokok aktif bisa saja menderita serangan stroke, karena efek samping rokok bisa menyebabkan melemahnya pembuluh darah. Ketika pelemahan tersebut terjadi dan kerja pembuluh darah terhambat bisa menyebabkan serangan radang di otak. Hal itulah yang bisa beresiko terjadi stroke meskipun orang tersebut tidak ada latar belakang darah tinggi atau penyakit penyebab stroke lainnya. Penyebab stroke tersebut bersumber dari kandungan kimia berbahaya seperti nikotin, tar, karbon monoksida dan gas oksidan yang terkandung dalam rokok. Sehingga bahaya merokok bagi kesehatan terkena stroke hampir 505 terjadi pada seorang perokok aktif.



Desa Siaga

Category : Uncategorized

Desa Siaga

Puskesmas Tembeng Jombang.03/05/2019.Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan serta kemauan untuk untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana, dan kegawadaruratan, kesehatan secara mandiri.

Desa yang dimaksud di sini adalah kelurahan atau istilah lain bagi kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas – batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan yang diakui dan dihormati dalam Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Tujuan Desa Siaga

Tujuan Umum dan Tujuan Khusus

Tujuan umum desa siaga adalah terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli, dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.

Tujuan khususnya adalah sebagai berikut :

  • Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan.
  • Peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana, wabah, kegawadaruratan dan sebagainya)
  • Peningkatan kesehatan lingkungan di desa. Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat desa untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan. 

Ciri-Ciri Desa Siaga

  1. Minimal Memiliki pos kesehatan desa yang berfungsi memberi pelayanan dasar ( dengan sumberdaya minimal 1 tenaga kesehatan dan sarana fisik bangunan, perlengkapan & peralatan alat komunikasi ke masyarakat & ke puskesmas )
  2. Memiliki sistem gawat darurat berbasis masyarakat
  3. Memiliki sistem pembiayaan kesehatan secara mandiri
  4. Masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat 

Sasaran Pengembangan

Sasaran pengembangan desa siaga adalah mempermudah strategi intervensi, sasaran ini dibedakan menjadi tiga yaitu sebagai berikut :

  1. Semua individu dan keluarga di desa yang diharapkan mampu melaksanakan hidup sehat, peduli, dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayah desanya
  2. Pihak- pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut, seperti tokoh masyarakat termasuk tokoh agama, tokoh perempuan dan pemuda, kader serta petugas kesehatan
  3. Pihak-pihak yang diharapkan memberi dukungan memberi dukungan kebijakan, peraturan perundang –undangan, dana, tenaga, sasaran, dll, seperti kepala desa, camat, pejabat terkait, LSM, swasta, donatur, dan pemilik kepentingan lainnya

Tahap kembang. Pada tahap ini, forum kesehatan masyarakat telah berperan secara aktif,dan mampu mengembangkan UKBMsesuai kebutuhan dengan biaya berbasis masyarakat.Jika selama ini pembiyaan kesehatan oleh masyarakat sempat terhenti karena kurangnya pemahaman terhadap sistem jaminan,masyarakat didorong lagi untuk mengembangkan sistem serupa dimulai dari sistem yang sederhana dan di butuhkan oleh masyarakat misalnya tabulin

4. Tahap Paripurna,tahap ini,semua indikator dalam kriteria dengan siaga sudah terpenuhi. Masyarakat sudah hidup dalam lingkungan seha tserta berperilaku hidup bersih dan sehat. 

Keberhasilan Program

Indikator keberhasilan pengembangan desa siaga dapat diukur dari 4 kelompok indikator, yaitu : indikator input, proses, output dan outcome (Depkes, 2009).

1.    Indikator Input

  • Jumlah kader desa siaga.
  • Jumlah tenaga kesehatan di poskesdes.
  • Tersedianya sarana (obat dan alat) sederhana.
  • Tersedianya tempat pelayanan seperti posyandu.
  • Tersedianya dana operasional desa siaga.
  • Tersedianya data/catatan jumlah KK dan keluarganya.
  • Tersedianya pemetaan keluarga lengkap dengan masalah kesehatan yang dijumpai dalam warna yang sesuai.
  • Tersedianya data/catatan (jumlah bayi diimunisasi, jumlah penderita gizi kurang, jumlah penderita TB, malaria dan lain-lain).

2.    Indikator proses

  • Frekuensi pertemuan forum masyarakat desa (bulanan, 2 bulanan dan sebagainya).
  • Berfungsi/tidaknya kader desa siaga.
  • Berfungsi/tidaknya poskesdes.
  • Berfungsi/tidaknya UKBM/posyandu yang ada.
  • Berfungsi/tidaknya sistem penanggulangan penyakit/masalah kesehatan berbasis masyarakat.
  • Ada/tidaknya kegiatan kunjungan rumah untuk kadarzi dan PHBS.
  • Ada/tidaknya kegiatan rujukan penderita ke poskesdes dari masyarakat.

3.    Indikator Output

  • Jumlah persalinan dalam keluarga yang dilayani.
  • Jumlah kunjungan neonates (KN2).
  • Jumlah BBLR yang dirujuk.
  • Jumlah bayi dan anak balita BB tidak naik ditangani.
  • Jumlah balita gakin umur 6-24 bulan yang mendapat M P-AS I.
  • Jumlah balita yang mendapat imunisasi.
  • Jumlah pelayanan gawat darurat dan KLB dalam tempo 24 jam.
  • Jumlah keluarga yang punya jamban.
  • Jumlah keluarga yang dibina sadar gizi.
  • Jumlah keluarga menggunakan garam beryodium.
  • Adanya data kesehatan lingkungan.
  • Jumlah kasus kesakitan dan kematian akibat penyakit menular tertentu yang menjadi masalah setempat.
  • Adanya peningkatan kualitas UKBM yang dibina.

4.    Indikator outcome

  • Meningkatnya jumlah penduduk yang sembuh/membaik dari sakitnya.
  • Bertambahnya jumlah penduduk yang melaksanakan PHBS.
  • Berkurangnya jumlah ibu melahirkan yang meninggal dunia.
  • Berkurangnya jumlah balita dengan gizi buruk.

agenda lokmin april 2019

POST TERBARU

Bupati – Wakil Bupati Jombang- ( MUNDJIDAH-SUMRAMBAH )

perokok pasif lebih berbahaya

May 2019
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

cara mengoperasikan survei kepuasan pasien

  1. survei ini hanya untuk pasien puskesmas tembelang.
  2. baca pertanyaan
  3. klick puas atau tidak puas
  4. klick vote
  5. selesai
  6. satu nope hanya berhak sekali klick.
  7. terima kasih

Survei Kepuasan Pasien

Bagaimana pelayanan di KIA ?

View Results

Loading ... Loading ...

visitors located