Author Archives: puguh subagia

Pedoman Saka Bakti Husada

Category : Uncategorized

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka, bahwa Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok mendidik dan membina kaum muda Indonesia agar menjadi tenaga kader pembangunan yang beriman dan bertakwa, berilmu pengetahuan dan teknologi serta bermoral Pancasila yang sehat jasmani dan rohani.

Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Gerakan Pramuka bekerjasama dengan berbagai instansi terkait termasuk Kementerian Kesehatan yang diwujudkan melalui Kesepakatan Bersama antara Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Menteri Kesehatan Nomor HK.05.01/VIII/2379/2015 dan Nomor 08/PK-MoU/2015 tanggal 12 November 2015. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan tenaga kader pembangunan di bidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan perilaku hidup bersih dan sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya.

Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah pengembangan bakat, minat dan keterampilan anggota penegak dan pandega Gerakan Pramuka. Saka Bakti Husada berfungsi sebagai wadah pendidikan dan pembinaan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan di bidang kesehatan. Pramuka yang menjadi anggota Saka Bakti Husada diharapkan dapat menjadi contoh, agen perubahan dan pendidik sebaya untuk menggerakkan masyarakat sekitarnya terutama generasi muda dalam menerapkan pola hidup sehat.

Saka Bakti Husada memiliki enam Krida, yaitu Krida Bina Keluarga Sehat, Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Pengendalian Penyakit, Krida Bina Gizi, Krida Bina Obat serta Krida Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Keenam Krida ini dikembangkan melalui proses pembelajaran pemenuhan syarat kecakapan khusus dan pemberian tanda kecakapan khusus oleh pamong dan instruktur.

dasar hukum

  1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
  2. undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang Gerakan Pramuka
  3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan dan Pembinaan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
  4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2015 tentang Upaya Peningkatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit
  5. Keputusan Musyawarah Nasional X Gerakan Pramuka Nomor 07/Munas/2018 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
  6. Kesepakatan Bersama antara Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Menteri Kesehatan Nomor HK.05.01/VIII/2379/ 2015 dan Nomor 08/PK-MoU/2015 tanggal 12 November 2015
  7. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 170.A Tahun 2008 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka
  8. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 154.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bakti Husada
  9. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 176 Tahun 2013 tentang Pola Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega

pengertian 

  1. pembina
    Pembinaan adalah kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus berkesinambungan dalam peningkatan pemahaman dan kemampuan untuk melaksanakan berbagai Syarat dan Kecakapan Khusus Krida Saka Bakti Husada.
  2. Satuan Karya Pramuka (Saka)
    Saka adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan menambah pengalaman para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam berbagai bidang keterampilan, ilmu dan teknologi serta untuk memotivasi pelaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya dalam melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan Negara, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan serta peningkatan ketahanan nasional.
  3. Saka Bakti Husada
    Satuan Karya Pramuka Bakti Husada yaitu salah satu jenis satuan karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan pada diri, keluarga, lingkungan dan mengembangkan lapangan pekerjaan di bidang kewirausahaan.
  4. Anggota Saka Bakti Husada
    Anggota Saka Baki Husada adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putra dan putri yang menjadi anggota gugus depan di wilayah ranting atau cabang yang mengembangkan bakat, minat, kemampuan dan pengalaman di bidang keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu melalui Saka Bakti Husada.
  5. Dewan Saka Bakti Husada
    Dewan Saka Bakti Husada adalah badan yang dibentuk oleh anggota Saka Bakti Husada, beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang bertugas merencanakan dan memimpin pelaksanaan kegiatan Saka Bakti Husada sehari-hari di satuannya.
  6. Pamong Saka Bakti Husada
    Pamong Saka adalah anggota dewasa Gerakan Pramuka berkualifikasi Pembina Mahir yang bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan Saka Bakti Husada.
  7. Instruktur Saka Bakti Husada
    Instruktur Saka adalah anggota Gerakan Pramuka atau seseorang yang karena kemampuannya dan keahliannya di bidang kesehatan menyumbangkan tenaga dan kemampuannya untuk membantu Pamong Saka Bakti Husada.
  8. Pimpinan Saka Bakti Husada
    Pimpinan Saka Bakti Husada adalah badan kelengkapan kwartir yang bertugas memberikan bimbingan organisatoris dan teknis kepada Saka Bakti Husada serta memberikan bantuan fasilitas dan dukungan lainnya.
  9. Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Bakti Husada
    Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada adalah suatu badan yang terdiri atas pejabat instansi pemerintah dan tokoh masyarakat yang memberi dukungan/bantuan moral, material dan finansial untuk pendidikan dan pembinaan Saka Bakti Husada.
  10. Krida
    Krida adalah satuan terkecil dari Saka, sebagai wadah kegiatan keterampilan, pengetahuan dan teknologi tertentu.
  11. Pangkalan Saka
    Pangkalan Saka adalah tempat yang digunakan untuk pertemuan atau latihan rutin yang diadakan Saka dan memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan Saka tersebut.
  12. Buku Pedoman Umum SBH

Pelantikan dan pengukuhan Majelis Pembimbing ( MABI ) dan pimpinan Saka Bhakti Husada ( SBH ) tingkat cabang dan ranting kabupaten Jombang tahun 2019

Category : Uncategorized

puskesmastembelang.com.30/11/2019. Pelantikan dan pengukuhan Majelis Pembimbing ( MABI ) dan pimpinan Saka Bhakti Husada ( SBH ) tingkat cabang dan ranting  kabupaten Jombang dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas kesehatan Jombang pada hari Sabtu, 30 Nopember 2019.Kegiatan  ini di di hadiri oleh drg. Subandriyah,M.KP, sekdin Gatut Wijaya,SH.M.Hum serta kepala puskesmas sebagai ketua MABI dan promkes puskesmas sebagai pamong saka.  Masih ada 15 puskesmas yang belum di kukuhkan dan tahun depan semua puskesmas akan di kukuhkan ketua MABI dan Pamong Saka tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya sekdin Gatut Wijaya mewakili ibu Kadinkes Jombang menyampaikan bahwa pramuka sangat diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang bisa bekerja sama untukmengatasi masalah kesehatan seperti Demam berdarah dengan ikut aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk. Hal ini sesuai dengan visi kabupaten Jombang yaitu bersama mewujudkan Jombang berkarakter dan berdaya saing.

Sambutan juga disampaikan  kwartir cabang Jombang yang mewakili ketua kwartir cabang bapak Munif Kusnan bahwa beliau bangga berada di pengukuhan ini yang sangat membantu terhadap kegiatan pramuka kususnya saka bakti husada. 

Beberapa materi disampaikan dalam kegiatan ini yang terkait dengan pramuka. Diantara tentang saka ( satuan karya ) yang terdiri dari : Saka Dirgantara, Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Bakti Husada, Saka Bina Sosial, Saka Keluarga Berencana(Kencana), Saka Kerohanian, Saka Pandu Wisata, Saka Pekerjaan Umum (PU), Saka Pustaka, Saka Taruna Bumi, Saka Teknologi, Saka Telematika, Saka Wanabakti, Saka Wira Kartika, Saka Kalpataru, Saka Widya Bakti, Saka Ahdayasta Pemilu, Saka Milenial.

Penyelenggaraan satuan karya bakti husada terdapat pada keputusan kwartir nasional gerakan pramuka nomor 53 tahun 1985 tentang Petunjuk penyelenggaraan satuan karya bakti husada.

Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya. Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya. Yang dapat menjadi anggota Saka Bakti Husada adalah :

  1. Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat  Penggalang Terap.
  2. Pemuda berusia 16-23 tahun, dengan syarat khusus
  3. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
  4. Pamong Saka dan Instruktur tetap

Sampai saat ini saka bhakti husada memiliki 6 krida :

  1. Krida Bina Lingkungan Sehat , terdiri dari 5 syarat kecakapan khusus (SKK) yaitu:
    • SKK Penyehatan Perumahan.
    • SKK Penyehatan Makanan dan Minuman.
    • SKK Pengamanan Pestisida.
    • SKK Pengawasan Kualitas Air.
    • SKK Penyehatan Air.
  2. Krida Bina Keluarga Sehat, terdiri dari 6 syarat kecakapan khusus (SKK) yaitu;
    • SKK Kesehatan ibu.
    • SKK Kesehatan Anak.
    • SKK Kesehatan Remaja.
    • SKK Kesehatan Usia Lanjut.
    • SKK Kesehatan Gizi dan Mulut.
    • SKK Kesehatan Jiwa.
  3. Krida Bina Gizi , terdiri dari 5 SKK yaitu:
    • SKK Perencanaan Menu.
    • SKK Dapur Umum Makanan/Darurat.
    • SKK UPGK dalam Pos Pelayanan Terpadu.
    • SKK Penyuluh Gizi.
    • SKK Mengenal Keadaan Gizi.
  4. Krida Bina Pengendalian Penyakit , terdiri dari 9 SKK yaitu:
    • SKK Pengendalian Penyakit Malaria.
    • SKK Pengendalian Penyakit Demam Berdarah.
    • SKK Pengendalian Penyakit Anjing Gila.
    • SKK Pengendalian Penyakit.Diare.
    • SKK Pengendalian Penyakit TB Paru.
    • SKK Pengendalian Penyakit Kecacingan.
    • SKK Imunisasi.
    • SKK Gawat Darurat.
    • SKK Pengendalian HIV/aids.
  5. Krida Bina Obat , terdiri dari 5 SKK yaitu :
    • SKK Pemahaman Obat.
    • SKK Tanaman Obat Keluarga.
    • SKK Pencegahan dan Penanggulangan penyalahgunaan Zat Adiktif.
    • SKK Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan.
    • SKK Pembinaan Kosmetika.
  6. Krida Bina PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) , terdiri dari 5 SKK yaitu :
    • SKK PHBS di Rumah Tangga.
    • SKK PHBS di Sekolah.
    • SKK PHBS di Tempat – tempat Umum.
    • SKK PHBS di Tempat Kerja.
    • SKK PHBS di Instansi Kesehatan.

SBH ini merupakan salah satu wadah untuk menempa pengetahuan dan keterampilan tentang kesehatan dan melakukan aksi nyata yang bermanfaat tidak hanya untuk remaja namun juga untuk masyarakat. Buku Pedoman Umum Saka Bakti Husada.

 


Puncak Peringatan HKN ke-55 Tahun 2019 di Alun-alun Kabupaten Jombang Bersama Ibu Bupati Mundjidah Wahab

Category : Uncategorized

hkn jombang Pembagian hadiah lomba HKN ke -55 2019 dinkes Jombang

Puskesmastembelang.com.26/11/2019. Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 yang jatuh pada tanggal 12 Nopember di laksanakan di alun-alun Kabupaten  Jombang pada tangal 24 Nopember 2019. Puncak peringatan HKN ini di hadiri oleh bupati Jombang Ibu Mundjidah Wahab beserta jajarannya. Kegiatan ini di mulai pukul 05.30 dengan senam masal oleh peworsi yang diikuti ribuan peserta baik dari puskesmas, PKFI, Stikes dan berbagai eleman masyarakat lainnya. Peringatan HKN tahun ini sangat meriah denagan berbagai rangkaian kegiatan yang sangat menarik.

Penyerahan hadiah lomba HKN ke 55 2019 oleh bupati Jombang Mundjidah Wahab

Dalam sambutannya ibu Mundjidah Wahab menyampaikan pelu membudayakan Hidup sehat dilakukan aktifitas minimal 30 menit sehari termasuk senam, serta makan buah dan sayur. Dengan hidup yang sehat akan tercapai bangsa yang sehat, kuat dan cerdas.

Sambutan oleh Kadinkes Jombang drg.Subandiyah,M.KP

Ibu kadinkes Jombang drg. Subandriyah,M.KP  dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema HKN adalah Generasi Sehat  Indonesia Unggul yang bermakna bahwa dengan generasi yang sehat maka SDM kita bisa bersaing dengan  negara lainnya selain itu pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan lingkungan yang sehat maka akan dapat mencegah berbagai macam penyakit.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional  ke-55 tanggal 12 November 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mengadakan berbagai macam  kegiatan. Mulai dari kegiatan seminar, lomba KP ASI, Bazar sampai pada kegiatan bhakti sosial. Hal ini sesuai dengan tema HKN 2019 yaitu Generasi Sehat Indonesia Unggul.

Selanjutnya ibu bupati Jombang juga menyerahkan hadiah lomba-lomba dengan hadiah berupa uang mulai dari 15 juta sampai 3 juta diantaranya adalah lomba media promkes serta yang lainnya. Tak lupa Kadinkes Jombang beserta bapak asisten juga menyerahkan berbagai hadiah lomba.phs


Peserta HKN ke 55 tahun 2019

Berbagai acara puncak peringatan HKN ke-55 dimulai dari senam masal, dance cuci tangan dari RSUD Jombang, makan buah bersama, pembagian tumbler, ada stand bazar yang menjual dari makanan lokal dan alat medis. Ibu bupati Jombang dan Kadinkes Jombang juga melakukan tinjauan lapangan dengan mengunjungi stand bazar yang disambut luar biasa oleh semua peserta puncak kegiatan.

Acara yang yang ditunggu-tunggu pada acara puncak peringatan HKN ke 55 ini adalah pembagian door prize mulai dari kompor gas, sepeda gunung, fizeer dan berbagai hadiah lainnya. Pembagian ini berdasarkan kopon yang dibagikan pada semua peserta yang hadir di alun-alun. Peserta yang mendapat doorprize sangat senang karena dapat digunakan untuk kegiatan rumah tangga.


Pengobatan masal dan pembagian sembako di dusun Banyuasin desa Kromong kect. Jombang

Category : Uncategorized

baksos hkn banyuasinTim Baksos Dinkes Jombang

Pkmtembelang.18/11/2019. Dalam rangka meperingati Hari Kesehatan Nasional  ke-55 tanggal 12 November 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mengadakan berbagai macam  kegiatan. Mulai dari kegiatan seminar, lomba KP ASI, Bazar sampai pada kegiatan bhakti sosial. Hal ini sesuai dengan tema HKN 2019 yaitu Generasi Sehat Indonesia Unggul.  Berbagai keberhasilan dalam pembangunan kesehatan diantaranya adalah dengan meningkatnya umur harapan hidup dan menurunnya angka stunting.

drg. Subandriyah,M.KP Kadinkes Jombang

Kegiatan bhakti sosial yang diadakan di di wilayah Ngusikan ini di hadiri oleh Kadinkes Jombang drg. Subandriyah,M.KP, bapak sekcam Ngusikan Suparno, koramil Ngusikan dan Polsek Ngusikan serta Kepala Desa terpilih dari warga Banyuasin sendiri. Dalam sambutannya kadinkes Jombang menyampaikan bahwa pemerintah daerah kabupaten Jombang selalu memperhatikan masyarakat yang jauh dari Jombang diantaranya adalah desa Banyuasin. Dan kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan ke wilayah lainnya. Beliau juga menyampaikan salam dari ibu bupati Jombang Mundjidah Wahab serta dari wakil bupati Jombang bapak Sumrambah.

dr. Puguh Hari Subagia,M.Si ketua Baksos

Jumlah paket sembako yang diberikan pada masyarakat dusun Banyuasin ada 350 paket berupa minyak goreng, gula, teh serta mie instan. Sambutan masyarakat Banyuasin sangat  luar biasa karena dapat mengurangi beban selama ini dengan berduyun – duyun masyarakat mendatangi kegiatan ini. Secara simbolis ibu Kadinkes Jombang memberikan sembako pada masyarakat Banyuasin yang dilanjutkan oleh pejabat pemerintahan secara bergantian memberikan paket sembako.

Pengobatan Masal masyarakat Banyuasin, Kromong Ngusikan

Selain pembagian sembako kegiatan bakti sosial ini juga ada kegiatan lainnya yaitu  pengobatan gratis, pemeriksaan Gula darah serta penyuluhan. Berbagai elemen masyarakt memanfaatkan pengobatan gartis ini yang dilakukan oleh petugas kesehatan Dinas Kesehatan. lebih dari seratus orang yang memanfaatkan kegiatan ini baik dari unsur anak-anak sampai lansia.

Kegiatan baksos ini didukung oleh  tenaga kesehatan baik dari dinas kesehatan, juga dari RS Murdjito Jombang, IDI, PDGI, IBI, Patelki serta berbagai unsur lainnya termasuk BPJS Kesehatan. dengan dukungan tenaga kesehatan yang cukup banyak sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan aman. Phs.


SISRUTE

Category : Uncategorized

Puskesmastembelang.02/11/2019. Pelayanan pasien rujukan merupakan pelayanan yang harus dilakukan secara terencana, terpadu dan berkesinambungan, hal ini terkait dengan penanganan awal pasien secara baik, cepat dan tepat. Manakala penangannya tidak dilakukan secara terencana , terpadu dan berkesinambungan akan memberikan dampak pada pasien yaitu berupa keterlambatan dalam memberikan bantuan pelayanan kesehatan bagi pasien yang masuk RS. oleh karena itu perlu adanya SISRUTE ( SISTEM RUJUKAN TERINTEGRASI).
Puskesmas tembelang telah mengaplikasikan sisrute alam memberikan rujukan pasien yang perlu dirujuk. Semua petugas kesehatan khusussnya di IGD, rawat Inap, persalinan sudah melaksanakan sisrute ini. Namun demikian masih ada beberapa kendala sistem sisrute ini diantaranya respon yang lambat dari rumah sakit dan skill dari petugas kesehatan sendiri.

 

 





PENGADUAN/KRITIKAN/SARAN

Category : Uncategorized

PENGADUAN/KRITIKAN/SARAN

 


MAKLUMAT PELAYANAN

MAKLUMAT PELAYANAN PUSKESMAS TEMBELANG

1.    SELURUH KARYAWAN KARYAWATI PUSKESMAS TEMBELANG SANGGUP DAN BERJANJI MELAKSANAKAN PELAYANAN KEPADA PELANGGAN SESUAI STANDAR PELAYANAN YANG DITETAPKAN.

2.    SELURUH KARYAWAN KARYAWATI PUSKESMAS TEMBELANG WAJIB MELAKSANAKAN STANDAR PELAYANAN DAN MELAKUKAN PERBAIKAN PELAYANAN SECARA TERUS MENERUS.

3.    SELURUH KARYAWAN KARYAWATI PUSKESMAS TEMBELANG SIAP MENERIMA SANKSI DAN  MEMBERIKAN KOMPENSASI APABILA PELAYANAN TIDAK SESUAI STANDAR PELAYANAN.