Category Archives: Kesling

CARA MEMBUAT DISINFEKTAN MENGGUNAKAN BAHAN CHLORIN SERBUK/TABLET

Category : Kesling , Uncategorized

Spread the love

chlorin

Salah satu bahan untuk disinfektan yang direkomendasikan WHO adalah serbuk chlorine. Sedian serbuk chlorine di pasaran bermacam –macam kadarnya ada mulai kadar chlorine 30% sampai 90%. Selain Klorin terdapat bayclin juga bisa digunakan sebagai disinfektan.

cara membuat disinfektan dari bayclin

Untuk membuat larutan disinfektan chlorin kadarnya disesuaikan dengan kebutuhan mulai dari kadar clorine 0.05% untuk lantai puskesmas sampai kadar chlorin 3% untuk cairan tubuh. Kadar clorine untuk disinfektan dari berbagai referens mulai dari 0,05% sampai 6%. Semakin pekat semakin baik daya basminya. Yang kadar kecil biasanya untuk ruangan yang kurang terinfeksi namaun kalau di ruang operasi dan sejenisnya termasuk IGD dan rawat inap perlu konsentrasi lebih pekat. Agar lebih efektif setelah di disinfeksi di tunggu sampai 90 menit.

 Contoh soal :

Buatlah disinfektan chlorin 3 % untuk disinfektan lantai dalam 200 liter air dari serbuk/tablet clorin 60%

Jawab :

Diketahui :

Clorin serbuk atau tablet kadar 60%.

Jumlah larutan disinfektan clorine 200 lter.

Kadar disinfektan clorine yang diinginkan  3%

Di tanya : berapa gram serbuk/tablet clorine yang dibutuhkan ?

Rumus pengenceran :

A x Kadar chlorine = kadar clorin yang diinginkan

A : jumlah clorine yang di masukan ke larutan dalam gram.

A x 60/100 = 3/100

A = 3/60= 0,05 gram dalam 1 liter.

atau

A = 10 gram dalam 200 liter

 

 


Pemicuan STBM di dusun Kedungmangu desa Kedunglosari Tembelang Jombang

Category : Kesling , Uncategorized

Spread the love

puskesmastembelang.com. 16/12/2019. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat mampu mandiri untuk mengimplimentasikan sanitasi di masyarakat secara mandiri sehingga tercipta masyarakat yang sehat.  

Pemicuan STBM di laksanakan oleh puskesmas tembelang di desa Kedungmangu desa Kedunglosari pada tanggal 26 Oktober 2019. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap jamban sehat. Dengan Jamban sehat diharapkan desa Kedunglosari menjadi Off Defecation Free (ODF).

Kegiatan STBM di dusun Kedungmangu Kedunglosari diikuti oleh 20 orang yang belum mempunyai jamban. Acara STBM ini di mulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh kepala puskesmas tembelang dr Puguh Hari Subagia,M.Si dan dilanjutkan penyuluhan  oleh Ika Maulidyah,SKM sebagai penanggungjawab program Kesling. Kegiatan ini juga di ikuti oleh bidan desa setempat bidan Maria Octavianus,A.Md.Keb.

Selain penyuluhan juga dilakukan tinjauan lapangan untuk melihat tempat buang air besar di sungai dan di pekarang. Peserta sangat percaya diri sekali dengan diselingi candaan  menunjukan tempat BAB mereka yang disembarang tempat tersebut. Mereka juga tak segan-segan menunjukan cara BAB di sembarang tempat tersebut.

Setelah di lapangan semua peserta pemicuan kembali ke tempat semula untuk dilakukan simulasi tentang BAB sembarang tempat. Beberapa alat peraga telah disiapkan oleh petugas diantaranya adalah tepung untuk membuat peta wilayah dan dedak untuk membuat tinja. Dengan memperagakan semua kegiatan mereka selama buang air disembarang tempat maka mereka menyadari betapa kotornya lingkungan mereka dengan membuang air besar sembarang tempat.

Masyarakat sebetulnya sadar bahwa membuang air besar sembarang tempat merupakan sumber penyakit. Namun mereka belum mampu untuk membuat jamban sendiri. Dengan pemicuan ini masyarakat kedungmangu desa Kedunglosari semakin sadar semakin mampu untuk berusaha dengan giat agar mempunyai jamban.phs.


Pembinaan Kader Kesling

Category : Kesling , Uncategorized

Spread the love

PEMBINAAN KADER KESLING

Puskesmas Tembelang Jombang. Pembinaan kader Kesehatan Lingkungan   dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2019. Ini  merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun sekali di puskesmas Tembelang. Pelaksana Program kesehatan lingkungan atau Sanitarian Puskesmas Tembelang adalah Ika Mauludiyanawati,S.KM. Program kesehatan lingkungna ini sangat terkait dengan kegiatan program Promosi Kesehatan.

Pembinaan Kader ini membahas  permasalahan Sanitasi  di 7 desa wilayah kerja Puskesmas Tembelang.  Dari hasil SMD  & MMD  yang telah  dilaksanakan bulan Januari 2019 lalu di ketemukan beberapa masalah keseling. Permasalahan tersebut yakni :

  1. Saluran Pembuangan Air Limbah domestik (Rumah tangga) pada lahan sempit
  2. Resapan WC (Septictank) yang benar menurut kesehatan
  3. Pembuangan sampah domestic (Rumah tangga) terbuka
  4. Kondisi rumah yang lembab

Dari masalah – masalah tersebut di uraikan satu persatu untuk mecari pemecahan masalahnya.

  1. Saluran Pembuangan Air Limbah domestik (Rumah tangga) pada lahan sempit.

Solusi adalah dengan   rekayasa resapan yang mudah & murah yakni dengan membuat resapan  seperti membuat sumur gali yang  dinding dan dasarnya menggunakan batu bata, tidak di beri PC ( Pasir, Cement). Sehingga  penyaringan air limbah domestic (Rumah tangga) oleh pori-pori yang dimiliki batu bata agar tidak terjadi pencemaran air tanah. Untuk ukuran resapan bisa diperhitungkan dari jumlah anggota keluarga  dan kebutuhan air bersih per orang yaitu 60 lt/org/hr.

Apabila lahan masyarakat sempit bisa membuat resapan komunal yang diletakkan di satu titik. kemudian  dibuatkan  sambungan pipa paralon kesetiap rumah dengan prinsip seperti diatas.

  1. Resapan WC (Septictank) yang benar menurut kesehatan

Pada prinsipnya Septictank adalah resapan tinja manusia yang harus dibuat kedap air (tidak boleh ada celah/ rongga). Hal ini  agar  bakteri anaerob dapat bekerja dengan optimal untuk mengurai tinja manusia. Sehingga  septictank tidak cepat penuh dan mempermudah proses pengurasan.

Pada lahan yang sempit bisa dilakukan rekayasa lokasi seperti halnya SPAL  domestik dengan lokasi bisa di teras rumah atau dibawah kamar tidur. Bisa juga dibuat Septictank komunal yakni beberapa closet dari beberapa rumah yang dihubungkan dengan pipa paralon menuju ke satu titik Septictank.

  1. Pembuangan sampah domestik (Rumah tangga) terbuka

Solusinya adalah  membuat Depo pembuangan sampah di setiap desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa.  Kemudian  dilakukan pemilahan sampah basah dan sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis. Sampah basah bisa dilakukan sanitary landfill yaitu pembusukan bakteri organik sehingga bisa menjadi humus atau juga bisa dilakukan dengan rekayasa composting tingkat desa.

Diharapkan semua rumah tangga tidak membakar sampah domestik.  Hal ini agar tidak mencemari udara yang dapat menimbulkan penyakit ISPA (Infeksi saluran pernafasan atas).

  1. Kondisi rumah yang lembab

Kondisi rumah  yang lembab dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya  udara segar dan sinar matahari yang masuk kedalam rumah.

Udara lembab dapat mengakibatkan tumbuhnya mycobacterium tubercolusis didalam rumah khususnya didalam kamar tidur. Nyamuk aedes aegypti juga suka berkembangbiak ditempat yang lembab. Kondisi rumah yang lembab dengan jumlah penghuni yang padat juga dapat mengakibatkan penyakit ISPA, Paru-paru basah dll.  Handuk dan lap basah yang ada didalam rumah juga bisa menyebabkan rumah manjadi lembab.

Cara mengurangi Kelembaban rumah adalah 

a. membuat jendela rumah minimal 10% dari luas  lantai dan ventilasi mindan 2% dari luas lantai.

b. membiasakan membuka jendela tiap pagi.

c. membersihkan rumah setiap pagi dan sore.

d. memasang genting kaca apabila lahan sempit dan tidak mungkin membuat jendela baru.ika m.


TERJEMAHAN/TRANSLATE

vaksinasi covid19 nakes puskesmas Tembelang

AYOO …. SWAB ANTIGEN

ALUR COVID 19 KESMAS

INDEK KELUARGA SEHAT

Popular posts:

Pengunjung online

Lokasi pengunjung

× Pengaduan dan saran