EDUKASI TENTANG BULLYING DI MTSN 16 JOMBANG

Spread the love

Beberapa waktu lalu, negara kita mendapatkan kado pahit yang bertepatan dengan Hari Anak Naional 2022. Berita yang sangat miris terjadi yakni adanya kasus perundungan murid kelas 5 sekolah dasar di Tasikmalaya, Jawa Barat yang dipaksa menyetubuhi kucing hingga akhirnya sang bocah meninggal dunia.

Bullying/perundungan adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk menyakiti atau menimbulkan kerusakan baik secara fisik, verbal, psikologis, sosial, seksual, dan cyber oleh seseoran atau sekelompok orang yang posisinya lebih kuat terhadap pihak yang lebih lemah. Perilaku seperti ini di masyarakat kita masih dianggap “remeh” dengan dalih hanya bercanda saja. Namun kita banyak yang belum menyadari bahwa perilaku tersebut akan menyerang mental korban dan lebih jauh akan berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan.

Data dari UNICEF Tahun 2020 menunjukkan bahwa 2 per 3 kasus bullying terjadi pada anak usia 13-17 tahun. Sebanyak ¾ pelaku bullying adalah teman sebayanya. Sebanyak 41% kasus bullying yang menimpa anak usia 15 tahun terjadi dengan frekuensi sebulan sekali. UNICEF juga mengatakan bahwa dampak yang ditimbulkan dari bullying ini antara lain sikap agresifitas, gangguan kejiwaan, menurunnya fungsi sosial dan yang lebih parah yakni bunuh diri.

Pada tanggal 14, 15, dan 17 Desember 2022 kemarin dilakukan edukasi tentang bullying oleh Petugas Kesehatan Puskesmas Tembelang kepada seluruh murid MTsN 16 Jombang. Narasumber dari kegiatan ini adalah penannggung jawab program kesehatan jiwa Puskesmas Tembelang. Dalam kegiatan ini, petugas puskesmas menyampaikan tentang definisi, pencegahan serta dampak perilaku bullying. Harapannya kedepan, perilaku bullying ini  bisa diminimalisir bahkan hilang di lingkungan sekolah. Para murid ditanamkan nilai bahwa bullying itu tidak wajar dan bukan sesuatu yang lucu. Para murid juga diajak untuk merefleksi diri bahwa bagaimana jika mereka yang menjadi korban, hal ini diharapkan agar mereka tidak mudah untuk melakukan bullying kepada temannya.

“Bullying bukanlah sesuatu yang sepele namun masih dianggap kecil oleh beberapa orang. Banyak yang masih berlaku kasar dengan kedok hanya bercanda. Mari sama-sama kita menghilangkan perilaku ini. Ingat, mereka yang kita bully juga memiliki hati sama seperti kita”

(Visited 235 times, 1 visits today)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Pengaduan dan saran